Akibat dari pemanfaatan sumber daya alam yang tidak tepat

Akibat adanya pertumbuhan penduduk yang cepat disertai dengan pemanfaatan sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab, maka banyak timbul masalah. Beberapa masalah kekayaan alam adalah sebagai berikut.
a.    Kehutanan
1.    berkurangnya hutan karena perluasan areal pertanian (perladangan), tempat tinggal, dan peternakan.
2.    terjadinya kebakaran hutan.
3.    meningkatnya kebutuhan kayu untuk perumahan dan industri.
4.    penebangan liar.

b.    Pertambangan
Berkurangnya jumlah barang tambang tanpa memikirkan kebutuhan masa depan, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk keperluan individu.

c.    Perairan
Adanya pembuangan sampah, limbah, atau bahan beracun berbahaya yang dilakukan dengan sengaja.

d.    Iklim
Terjadinya perubahan iklim sehingga menyebabkan kemarau panjang, musim hujan yang terus menerus, atau musim dingin yang terlalu lama.

Beberapa permasalahan mengenai pemanfaatan kekayaan alam adalah sebagai berikut.
a.    Terjadinya kemerosotan kemampuan sumber daya alam dan perusakan lingkungan fisik.
1.    peningkatan erosi
2.    pendangkalan sungai
3.    meluasnya kerusakan hutan
4.    meningkatnya jumlah lahan kritis

b.    Pencemaran lingkungan fisik
Peningkatan kegiatan produksi memiliki dampak positif maupun negatif. Perkembangan teknologi selain mampu menciptakan produk yang semakin baik, juga menghadirkan banyak zat kimia baru yang bersifat racun, akibatnya terjadi pencemaran lingkungan seperti:
1.    pencemaran tanah
2.    pencemaran air
3.    pencemaran suara
4.    pencemaran udara

Lokasi lingkungan alam dan demografi

Lokasi merupakan tempat di mana masyarakat itu tinggal, biasanya lokasi ditentukan oleh posisi garis lintang dan garis bujur serta lokasi secara administratif. Lokasi ini sangat penting untuk mengetahui letak, arah, jarak, dan keterjangkauan suatu tempat. Keterjangkauan ini dapat menentukan frekuensi hubungan dengan masyarakat lain. Bila suatu tempat relatif terisolasi oleh alam maka masyarakat tersebut cenderung mempunyai interaksi yang relatif rendah dengan masyarakat lain, sehingga kebudayaannya pun relatif murni. Letak berdasarkan garis lintang dapat mempengaruhi iklim, apakah iklim tropis, sedang, atau gurun. Keadaan iklim ini dapat mempengaruhi keadaan tumbuhan dan hewan yang hidup di sana. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi, bentuk rumah, jenis makanan yang dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Teori Inflasi: Teori Strukturalis

Teori strukturalis adalah teori inflasi jangka panjang, karena menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekakuan (infleksibilitas) struktur ekonomi suatu negara. Menurut teori ini ada 2 infleksibilitas utama dalam perekonomian negara sedang berkembang yang dapat menimbulkan inflasi, yaitu: infleksibilitas suplai bahan makanan dan barang-barang ekspor. Karena sebab-sebab struktural, perubahan atau pertambahan produksi barang-barang ini terlalu lambat dibanding dengan pertumbuhan kebutuhannya, sehingga menaikkan harga bahan makanan dan kelangkaan devisa. Akibat selanjutnya adalah kenaikan harga-harga barang lain, sehingga terjadi inflasi. Inflasi seperti ini tidak bisa diobati hanya dengan mengurangi jumlah uang yang beredar, tetapi harus diobati dengan pembangunan sektor bahan makanan dan ekspornya.

Teori Inflasi: Teori Kuantitas

Teori kuantitas adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa terjadinya inflasi sebenarnya hanya disebabkan oleh satu faktor, yaitu kenaikan jumlah uang yang beredar.
Inti dari teori ini adalah sebagai berikut:
a.    Inflasi hanya bisa terjadi kalau ada penambahan volume uang yang beredar (penambahan uang kartal atau penambahan uang giral).
b.    Laju inflasi ditentukan oleh laju pertambahan jumlah uang yang beredar dan oleh psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga di masa yang akan datang.

Kelemahan teori kuantitas adalah sebagai berikut:
a.    Bahwa dalam kenyataannya, perubahan jumlah uang yang beredar tidak secara langsung menaikkan “money spending” atau penggunaan uang.
b.    Kecepatan laju peredaran uang tidak bersifat stabil dalam masyarakat modern. Karena dalam masyarakat modern, uang merupakan alat pembayaran, penimbun kekayaan, sehingga jika ada kelebihan uang akan digunakan untuk menambah kas, menambah tabungan bank, menambah pembelian surat berharga dan menambah pembelian barang atau jasa.

Teori Inflasi: Teori Keynes

Teori Keynes mengenai inflasi didasarkan pada teori makronya. Menurut teori Keynes, inflasi terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonominya. Keadaan seperti ini ditandai dengan permintaan masyarakat akan barang-barang melebihi jumlah barang-barang yang tersedia, sehingga menimbulkan “inflationary gap”. Selama “inflationary gap” tetap ada, selama itu pula proses inflasi akan berkelanjutan.

Keynes tidak sependapat dengan pandangan dari teori kuantitas bahwa kenaikan jumlah uang yang beredar akan menimbulkan kenaikan tingkat harga, dan bahwa perubahan dalam jumlah uang yang beredar tidak akan menimbulkan peningkatan pendapatan nasional. Selanjutnya Keynes berpendapat bahwa kenaikan harga tidak hanya ditentukan oleh kenaikan jumlah uang yang beredar saja, tetapi juga ditentukan oleh kenaikan ongkos produksi.

Forecasting bisnis

Forecasting atau Prevoyance (Perancis) adalah kegiatan meramalkan, memproyeksikan atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi sebelum sesuatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan. Misalnya, suatu akademi, meramalkan jumlah mahasiswa yang akan mendaftar untuk menjalani pendidikan di akademi tersebut. Ramalan tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa indikator-indikator, misalnya jumlah lulusan high school, banyaknya high school, dan lain sebagainya. Suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri harus mengadakan forecasting mengenai betapa besar jumlah hasil produksinya dengan memperhatikan jumlah produksi perusahaan lain, income per capita anggota masyarakat, kebiasaan membeli, dan lain sebagainya. Jadi, dengan kata lain, forecasting mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan apa yang harus dilakukan agar mendapatkan kesuksesan di masa depan. Juga bisa menjadi alat bantu yang bagus dalam menentukan keputusan manajemen.

Suffering and struggle

Every human being must suffer, whether heavy or light. Because it is up to the man himself to try to reduce suffering as much as possible, even avoid, or eliminate altogether.
Liberation from suffering is essentially continued survival. The trick is to struggle with the challenges of life in a natural environment, surrounding communities, with the alert, and accompanied by prayer to God in order to avoid danger and disaster.